Jude and the city - my life in motion

Judith's posts with tag: food

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag food
Blog EntryFestival Jajanan Bango 2008 - May 24, '08 3:22 AM
for everyone

Sabtu jam 7 pagi. Sejak dari weker bunyi aku udah umek ngeliatin jam, menanti jam 11. Kayak anak kecil yang mau diajak pergi ke amusement park, seperti itu mungkin perasaanku kemarin. Ada apaan sih benernya? Sabtu kemarin, tanggal 10 Mei 2008 tet jam 11 siang digelar Festival Jajanan Bango 2008 di Surabaya. Spesialnya apa? Selain untuk menyambut ulang tahun kecap Bango yang ke-80, Festival tahun ini juga diadakan di bulan Mei dimana kota Surabaya juga sedang merayakan hari jadinya yang ke 715. Jadi dobel event gitu deh kesannya. Lebih spesial lagi untuk para pencinta "jajanan" alias orang-orang yang suka njajan acara ini adalah surga dunia. Apalagi acara tahun lalu udah terlewatkan, semakin ga sabarlah diriku menanti Festival tahun ini.

Sampai di Lapangan Brawijaya jam 11 siang sempet bingung cari parkiran. Apalagi lumayan macet juga area situ 'coz ada SUTOS juga disebelahnya. Setelah muter-muter dikit, hampir ketabrak angkot plus dipisuhi supir angkot-nya akhirnya dengan bantuan dua bapak Taruna ABRI, aku berhasil memarkir Supra-ku tersayang. Dari jauh emang udah keliatan pucuk-pucuk tenda, pas masuk ke area Festival, woow emang seperti yang dibayangkan. Lapangan selebar itu dikelilingi tenda-tenda yang menyajikan jajanan khas Suroboyoan ditambah dengan 8 duta Bango dari 8 kota, antara lain Ketoprak Ciragil (Jakarta), Nasi Bug Trunojoyo (Malang), Gudeg RM Adem Ayem (Yogyakarta) , Tengkleng Bu Edi (Solo), Kupat Tahu Gempol (Bandung), Soto Udang RM Rinaldy (Medan), Tutug Oncom Saung Kiray (Bogor), Coto Daeng Muchtar (Makassar), dan Rawon Dengkul Nguling (Surabaya). Sekilas mirip suasana Sommerfest pas jaman masih kuliah dulu.

Agenda pertama muter-muter dulu keliling lapangan, melihat-lihat kekiri dan kekanan. Memang sudah banyak yang dikenal, Bebek Cak Yudi - seperti favorit-ku sepanjang masa (Psst akhirnya aku bisa ketemu langsung dengan Cak Yudi-nya! Amboooi kayak ketemu selebriti. Untung-untung aku ga teriak histeris plus minta tanda tangan!), Rawon Setan Bu Sup, Soto Ayam Pak Djayus, Soto Madura Wawan dan Ayam Goreng Bu Cokro.

Tekadku hari ini adalah mencoba keluar dari kebiasaan lama dan mencoba hal-hal baru. Unfortunately, matahari siang bolong yang amat sangat kinclong sempat membuat selera makanku hilang! Plus bercelana pendek, tshirt lengan pendek minus jaket dan topi alhasil akulah yang mateng duluan daripada kambing oven Depot Madinah! Emy, temen seperjuangan dari Surabayafood.com juga cukup bingung menentukan pilihan. Akhirnya setelah keliling lapangan tiga kali kamu memutuskan untuk memulai dengan sesuatu yang ringan di stand Rujak Soto asli Banyuwangi.

Nah lho, gimana tuh modelnya. Untungnya stand masih relatif sepi jadi kami masih bisa nanya-nanya ke Ce Erma, sang empunya stand. Ternyata Rujak Soto adalah Rujak yang disiram kuah soto. Tapi jangan dibayangin rujak manis isi buah yg disiram kuah soto. Ancur dong rasanya! “Rujak” yang dimaksud disini berupa potongan tahu, tempe, kangkung dan lontong dengan bumbu khas rujak yang berpetis. So far so good. Kita nyobain satu porsi dibagi dua. Rasanya boleh juga kok. Something unique indeed.

Perut-perut yang udah terangsang appetizer Rujak Soto mengirim signal ke mata untuk mulai jelalatan mencari lagi. Di stand paling pojok depan sebelah pintu masuk ada Bebek Cak Yudi dan Sate Buntel Karmen 29. Berhubung pengennya sesuatu yang lain maka dengan berat hati aku melenggang cuek meninggalkan Cak Yudi (Maap Cak, bukan niatku berselingkuh, ini hanya tuntutan profesi) dan mengantri manis menunggu Sate Buntel mateng. Lha kok ndilalah, pas sampe depan, dengan polosnya sang penjual bilang “Abis mbak!” Yaelah! Untung perut udah keiisi, kalo ngga bisa-bisa kalap si penjualnya yang kujadiin sate buntel. Dasarnya panca indera tubuh ini udah kadung terpikat oleh penganan yang ditusuk-tusuk dan dibakar, jadinya sebagai pelipur kekecewaan, kita putusin untuk nyobain Sate Kelapa duluan. Selang beberapa saat kemudian persediaan Sate Buntel Karmen 29 sudah ada kembali, sehingga kita toh masih bisa nyobain sate yang terbuat dari daging kambing cincang yang dibuntel dengan lemak tipis ini. Soal rasa? Buat penggemar kambing suatu keharusan. Jangan pikirkan masalah kolestrol dan tekanan darah kalo mau nikmatin hidangan ini. 

Belum puas keliling dan nyobain nyamikan-nyamikan yang ada (ingat siang-siang panas, kehilangan selera makan), malamnya aku balik lagi. Suasananya masih tetep rame aja, apalagi dimeriahkan ama Band Cap Tugu Pahlawan (edan gokil abis). Sayangnya banyak stand-stand yang sudah tutup. Sesuatu yang unik untungnya masih bisa aku coba di Stand Soto Udang dan Lontong Medan Rinaldy. Udang yang sudah digoreng kering disiram dengan kuah bersantan, disajikan dengan lontong. Soal rasa sebenarnya cukup enak, sayangnya kuah ngga diangetin dulu, jadi agak illfil aja makan kuah bersantan yang dingin. Dan dengan harga 25.000 rupiah bisa dibilang yang termahal di ajang ini.
Partnerku malam ini lebih memilih menu-menu yang down-to-earth aja seperti
Kikil Sapi Pak Said, Nasi Goreng Jawa Pak Pi'i dan Ayam Bakar Chanda (psst, ayam bakarnya kerasa banget bumbu kecapnya!)

Overall, buat aku cukup memuaskan-lah Festival Jajanan Bango ini. Disini bisa nyobain macam-macam hidangan yang biasanya ga ada waktu buat nyobain satu persatu. Asal ya harus siap-siap diet dulu beberapa hari sebelumnya dan kuat modal dompet (dengan harga rata-rata 10 ribu rupiah per porsinya, coba aja kaliin berapa stand yang ada). Dan dengan melihat banyaknya peserta (dan mungkin bisa lebih banyak lagi tiap tahunnya) kayaknya lebih mantap kalo event ini dapat diperpanjang “jam tayangnya”.


Photo AlbumFestival Jajanan Bango 2008 (18 photos)May 24, '08 2:04 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Here are some pictures to complete the FJB-Review. Enjoy!

EventFestival Rujak UlegMay 12, '08 3:46 AM
for everyone
Start:     May 18, '08 2:30p
Location:     Kya Kya Kembang Jepun Surabaya
Again, another event to celebrate Surabaya's 715th Birthday.

EventFestival Jajanan Bango 2008May 5, '08 2:23 AM
for everyone
Start:     May 10, '08 11:00a
End:     May 10, '08 10:00p
Location:     Lapangan Brawijaya - Jl. Hayam Wuruk - Surabaya
The biggest Food Festival ever in Indonesia. Sponsored by Kecap Bango, a traditional (since 1928!) soy sauce brand. This brand is identical with its dedication for Indonesian culinary heritage.

ddd
dThumbnaild
ddd
At a glance it looks like some street market in Hongkong, but the pictures are taken in Pasar Atum Surabaya.

Who has not ever heard about Pasar Atum in Surabaya. The oldest "shopping Mall" in Surabaya. Formerly, Pasar Atum identic with low priced shopping, bargaining till you dead - especially if you can follow the bargain art like the typical Pasar Atum Chinese - you could get the best buy of your life! Nowadays, Pasar Atum become more modern, the boutiques are newer and the price are now (mostly) fix. But still in some you can still bargain.
One thing never change here..., the food area. You can still find all kind of food, Chinese, Indonesian, traditional, snacks and many many more.

Link: http://www.surabayafood.com

Please join our journey to the Surabaya culinary world by visiting www.surabayafood.com. Though it's still in its development phase. But be sure, we will be ready very soon and we will offer you many facilities to make your eating experience more fun!!!

Photo AlbumFu Yuan Palace 250408 (8 photos)Apr 25, '08 9:21 PM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
To complete my Fu Yuan-Review, here are more picture from Surabayafood.com-lunch meeting.

ReviewReviewReviewReviewFu Yuan Palace Seafood RestaurantApr 25, '08 10:04 AM
for everyone
Category:Restaurants
Cuisine: Chinese
Location:MEX Building 1st Floor Pregolan 1-5 Surabaya
Surabayafooders on march today! Sebenarnya sudah lama kita mendengar tentang promo "Dim Sum all you can eat" yang digelar oleh Fu Yuan Palace. Hanya selama ini belum sempat keturutan untuk lunch bareng disana 'coz terhambat dengan problematik waktu yang selalu tidak matching antar sesama Surabayafooders. Tapi berhubung promo ini hanya berlaku sampai tanggal 30 April besok, maka mau nggak mau hari ini adalah kesempatan terakhir untuk mengisi perut sepuasnya dengan kudapan-kudapan "ringan" ala negeri China ini.

Jujur aja sebelum berangkat aku sempet ga yakin aja dengan kemampuan perutku. Memang sih porsi Dim Sum mayortas hanya sesuap-sesuap dan perutku juga punya kapasitas ruang yang relatif besar (hohoho), tapi seberapa banyak sih dumplings yang dapat tertampung oleh perutku. All you can eat gitu lho, biasa kan aji mumpung kesempatan ga mau rugi. Jadi kalo makannya ga banyak kan rugiiiii. Tapi dengan berbekal optimismus tinggi dan ekstra menghilangkan menu sarapan akhirnya aku stil yakin meluncur arah MEX Building.

Sampai disana pas jam makan siang. Carlos, Chris dan Ernest (adiknya Chris) sudah stand by disana dan sudah mulai dengan kegiatan mengisi perut. Emy dan Jaya datang beberapa menit kemudian. Fu Yuan Palace dapat dibilang mempunyai pilihan menu Dim Sum yang sangat luas. Mulai dari standart Siau May, Spring Rolls, Char Siu Bao, Ceker Ayam Egg Tart sampai yang spesial seperti lumpia kulit tahu isi udang, cakue udang dan masih banyak lagi. Jam makan siang yang sudah membuat perut lumayan lapar dan rasa hidangan yang betul-betul tidak mengecewakan membuat kami semakin bersemangat menjalankan misi All you can eat kami siang ini. Dan tentu saja kami juga ga mau mengecewakan mas-mas dan mbak-mbak yang selalu setia menawarkan aneka keranjang dan piring-piring mungil berisi aneka macam sajian Yum Cha ini (hohoho). Dibantu dengan berliter-liter chinese Tea seperti Jasmine, Oolong dan Chrisan untuk menetralisir perut dan lambung, alhasil kami dapat dengan sukses melampaui pengalaman makan "gila" kami yang pertama ini (biasanya Surabayafooders pergi makan bersama hanya dengan tujuan "icip-icip" saja!).

Hanya dengan berbekal Rp 30.000,- ++/pax kami akhirnya menggelinding pulang dari Fu Yuan Palace Dim Sum All You can Eat dan kembali ke aktivitas kami selanjutnya. Sayangnya promo ini hanya berlaku sampai akhir bulan April saja. Tapi bisa saja karena besarnya permintaan dan dilihat dari feedback positif yang ada, promo ini akan diperpanjang. Semoga....!


ReviewReviewReviewReviewReviewWarung Penyet Bang Ali SommersetApr 9, '08 12:17 PM
for everyone
Category:Restaurants
Cuisine: Other
Location:Jalan Raya Kupang Indah Surabaya
One of my favorite place to have dinner. The best sambal in town! We are really addicted to the sambal.

This time we went there with Ferry and Deasy, our friends from my hometown, Malang. They came for visit in Surabaya and since I've already told them so many times about Bang Ali, they insisted on having their late (it was almost 10 pm!) dinner there. As usual the "warung" was very crowded, but we still found place to sit.

About the food itself, Bang Ali had the common choices for a "Warung Penyet". That includes fried tahu, tempe, eggplants, lele, smoked Ikan Pe, Tengiri, fried chicken and eggs. They always ask how would you like your sambal: mild, hot, very hot or EXTRA hot. And as usual we took very hot sambal and it was fabulous!!!

We only had to pay Rp 28.000,00 for the food for 4 pax and it is another reason to come back there again and again!

ReviewReviewReviewDepot Al Mutlik Mar 2, '08 5:31 AM
for everyone
Category:Restaurants
Cuisine: Middle Eastern
Location:Jl. K.H. Mas Mansyur 94 Surabaya
Soooo, hari ini kita berpesiar ke kawasan Ampel di Surabaya, tepatnya ke depot Al Mutlik. Gara-garanya nih, kita laper mata abis nonton acara Taste vs. Taste di Metro TV. Dan di acara itu ada masakan Libanon (g lupa namanya) yg bentuknya tuh paha kambing panggang. Secara kita berdua emang lagi laper karena blom makan siang, jadi ya kita niat banget tuh menempuh jarak yang ga deket ke daerah Ampel (hujan pula), yang memang terkenal punya banyak rumah-rumah makan khas Arab gitu.

Dari dulu sih emang udah pengen nyobain makanan-makanan di daerah situ, cuman belom ada rekomondasi dari siapa-siapa tentang yang mana yang enak. Nah pas aja hari Jumat kemarin waktu rapat Surabayafood.com, Mr. Carlos masukin nama rumah makan ini ke database kita. Jadi ya kenapa ga sekalian aja dicoba.

Sampai disana, first impression agak kaget juga sih. Soalnya nih depot bener-bener masih bangunan lama banget, tempatnya juga ga gede. Trus pas dikasi daftar menu-nya g cuma bengong dulu, ga ada harganya booo...! Dan jujur aja g ga terlalu ngerti kan bentuk-bentuk makanannya kayak gimana, paling yang bisa g bayangin cuma sate gule kambing ama roti maryam-nya aja. Sisanya no idea at all. Secara g emang awam di area ini gitu lhooo. Bete-nya lagi pas g nanya ama mbak disitu eh g malah diketawain hiks hiks. Salahkah daku kalo daku ta mengertiiiiiii.

Ya sutra lah, dengan bonek-bonek (bondo nekad) dikit, kita akhirnya mesen kambing panggang (dengan berharap yang keluar bukan seekor kambing utuh!), nasi briani (apaan nih?!), roti maryam. Trus ditambah lagi ama gule kacang ijo (remember? we are starving!). Yang pertama keluar roti maryam. G kenal selama ini roti maryam yang dijual pake gerobak, yang biasanya g beli dengan topping coklat keju. Yang disini: PLAIN, alias ga ada rasa apa-apa. Emang sih harusnya dimakan ama kuah gule. Jadi pas gulenya dateng, baru bisa dinikmatin. Not bad, cuma jujur aja g lebih prefer yang pake coklat keju hohohoho. Gule-nya sendiri juga mantap banget bumbunya.

Next: Nasi briani. Ternyata nasi briani adalah nasi yang dimasak dengan bumbu-bumbu mirip kare gitu. Ada potongan sayurnya juga dikit. Disajiinnya ama kambing goreng, acar dan sambal. Kalo yang ini sih enak. Cocok ama selera kita.

Nah terakhir muncullah si kambing panggang. Pas ngeliat lega juga ternyata bukan seekor kambing yang muncul, tapi cuma sepotong paha panggang aja, meski juga udah relatif gede tuh. Disajiinnya barengan ama bumbu kacang dan sambal, jadi mirip ama sate kambing. Rasanya...., manis. Kalo buat lidah g terlalu manis jadinya malah neg. Secara g ga terlalu doyan masakan manis gitu, jadinya ya ga terlalu impressed ama si kambing ini. Ato mungkin g udah bayangin yang kearah kebab gitu kali ya, jadinya agak kuciwa.

Harga: Si kambing panggang bandrole-nya Rp 30.000 booo...! Gule dan nasi briani sama-sama Rp 15.000. Agak mahal sih menurut g kalo buat ukuran "depot". Secara keseluruhan, ok lah depot al mutlik ini. Soal rasa itu kan balik lagi ke selera masing-masing individu. Btw, depot ini juga udah pernah dicoba ama Om Bondan dari Wisata Kuliner Trans TV juga.

Depot Al Mutlik
Jl. K.H. Mas Mansyur 94 Surabaya
031 3578078


ReviewReviewReviewDepot Icha 2Mar 1, '08 3:22 AM
for everyone
Category:Restaurants
Cuisine: Seafood
Location:Jl. Manyar Kerto Adi Surabaya
Hey hey, my first resto-review. Na ja bukan resto sih benernya, lebih ke warung kaki lima.
Ceritanya kemaren kan pas pantangan nih. Biasa kan buat yang beragama Katolik sebelon Paskah tiap Jumat hari pantang. Pantangnya bisa macem2, pantang daging, pantang rokok, pantang garam, pantang jajan, pantang menyerah pun boleeehhhh.

Ok back to topic. Jadi akyu dan cayank-kyu tiap Jumat tuh pasti binun cari makan, apalagi dikejar waktu 'coz jam 7 malem pasti ada rapat Surabayafood.com. Jadinya dobel stres deh, maunya cari yg cepet, murah meriah gtchuu. Akhirnya kemaren sekalian otw ke arah tempat meeting, kita nglewatin jajaran tenda-tenda warung kaki lima. Jelalatan-lah mata ini cari-cari yg cucok, artinya tidak mengandung unsur daging sapi, babi atau ayam. Pilihan jatuh keeee warung eh Depot Icha 2 ini. Menunya seputar hewan-hewan laut gitu, ada lele, cumi, udang, gurame, tapi jg ada tempe tahu dan ayam. Pas kebetulan si cayank gi ngidam cumi, ya udah kita pesen cumi dan udang penyet plus tahu dan tempe. Oh ya perlu di-mention, pas kita dateng tenda udah penuh sesak, jadinya kita duduk sambil empet-empetan gt dey. Lumayan cepet jg sih makanan-nya mateng. Ngeliat penampilannya sih woow udah meyakinkan (btw, g sempet ngiler ngeliat gurame penyet tetangga hohoho, biasa lah rumput tetangga lebih ijo). Si udang dan cumi digoreng garing disajiin diatas cobek ama sambal terasi. Porsinya juga mayan banyak. Pas dimakan, ow not bad at all. Sambelnya ok laah, pedesnya cukupan, meskipun buat dirikyu sih kurang pedaaaasss. Tapi yang bener enak tuh cumi ama udangnya. Gorengnya garing tapi ga melampaui batas ampe terlalu keras. Tahu tempe-nya jg boleh kok.

Harganya, juga reasonable banget. Buat kita berdua bayarnya Rp 24.000,00 aja. Ga mahal kaaaann, buat cumi dan udang, tahu tempe nasi dan es teh manis. Boleh dicoba kalo kapan-kapan mampir di Surabaya.

ps: Sayang ga bawa kameraaaa....

© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help
Template design Copyright © 2005 Jeff Miller